Tsabiwanews. Tidak ada seorang mukmin pun yang hidup di muka bumi ini kecuali dia akan diuji oleh Allah subhanahu wa taโala. Allah SWT berfirman dalam alqur’an yang artinya : “Kami sungguh-sungguh akan menguji kalian dengan sedikit dari rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berilah kabar gembira bagi orang-orang yang bersabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan โInnalillahi wa inna ilaihi rajiโunโ. Mereka itulah yang mendapat pujian dan rahmat dari Rabb mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk.โ (Al-Baqarah:155โ157)
Ketika musibah kematian datang tentu keluarga yang di tinggal merasa sedih dan berduka sehingga perlu mendapat takziah (hiburan) dari keluarga, masyarakat , sahabat, handai taulan agar kuat dan sabar menghadapi musibah. Kematian yang merupakan takdir allah ini pasti akan dijumpai oleh setiap makhluk yang bernyawa pada waktu dan usia yang dirahasiakan dan keluarga yang ditinggalkan pasti mengalami kesedihan.

Sebagai ungkapan bela sungkawa kepada keluarga almarhum pada hari Senin,27 September 2021 Kepala madrasah Nuruddin,M.Pd bersama beberapa orang guru MTs Birrul Walidain NW Rensing (Tsabiwa) mengunjungi rumah duka di dusun Pelebe dan disambut dengan sukacita oleh Alma dan keluarganya.
Pada kesempatan tersebut kepala madrasah bersama dewan guru memberikan bantuan pelangar dan membaca zikir doa untuk almarhum serta menyampaikan bela sungkawa.
Kepada Alma dan keluarganya, Kepala Tsabiwa Nuruddin menyampaikan permohonan maaf karena dari madrasah tak bisa hadir mengikuti solat jenazah dan pemakaman disebabkan tidak adanya informasi yang sampai ke madrasah pada hari pemakaman.

Kepala Tsabiwa juga meminta Alma dan keluarganya agar senantiasa tabah, kuat dan bersabar menghadapi musibah karena jika sabar atas musibah yang menimpa insya allah akan dibalas dengan yang lebih baik.
“Ilma harus tegar dan lebih semangat melanjutkan sekolahnya setelah orang tua meninggal dunia agar almarhum bapaknya Ilma merasa bahagia didalam kubur dan Ilma harus berhasil melanjutkan cita-cita perjuangan ayahmu” pesan Kamad Tsabiwa.
Diakhir layatannya Nuruddin mengungkapkan bahwa keluarga besar Tsabiwa turut berbela sungkawa yang mendalam atas wafatnya bapak dari Alma siswi kelas VIII dan sebagai bentuk syafaat bagi almarhum, setiap pagi selama sembilan hari akan mengadakan zikir dan doa di madrasah.
Semoga semua kesalahan almarhum diampuni oleh allah swt, kuburnya dijadikan taman-taman surga, diterima amal ibadahnya, husnul khotimah serta almarhum masuk sorga.
( Humas)