MEMBANGUN UKHUWAH ISLAMIYAH BERDASARKAN AL QUR’AN DAN HADITS

Bagikan Yuuk

Oleh : ZAKI KHOTAMI
Siswa kelas 8-A MTS BIRRUL WALIDAIN NWDI RENSING
Disampaikan pada lomba pidato islami Mabiwa Islamic Competition (MIC) ke-IV 2022 (21-27 Mei 2022)

 Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh
الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ. وَنُصَلِّيْ وَنُسَلِّمُ عَلَى خَيْرِ اْلأَنَامِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena kita semua pada saat ini masih diberikan nikmat iman, islam, sehat dan kesempatan oleh Allah untuk berkumpul di kegiatan yang sangat luar biasa ini.
Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw (Allahumma sholi ala sayyidina Muhammad Waala ali sayyidina Muhammad), kepada keluarganya, para sahabatnya dan semoga kelak kita mendapat syafaat darinya. Amiin

Yang saya hormati para dewan guru
Yang saya hormati para dewan juri
Yang saya hormati para panitia MIC (em ai si) ke-IV MABIWA
Yang saya hormati para hadirin-hadirat yang hadir pada kesempatan ini

Baca juga :  INILAH 10 DOA ORANG TUA UNTUK ANAKNYA

Hadirin sekalian rahimakumullah,

      Pada kesempatan ini saya akan  menyampaikan pidato yang berjudul “Membangun Ukhuwah Islamiyah berdasarkan Al Qur’an dan Hadits”

Hadirin yang berbahagia,
Secara bahasa ukhuwah berarti persaudaraan. Ukhuwah Islamiyah maknanya persaudaraan yang berlandaskan hubungan keimanan dan keislaman. Dalam Islam, persaudaraan memang tak terbatas sekadar pada hubungan darah, namun ia bersifat luas pada persaudaraan atas nama aqidah.

Ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan Islam adalah salah satu aspek yang vital dan sangat ditekankan di dalam ajaran agama Islam. Begitu banyak anjuran dan perintah yang menyerukan untuk mengeratkan ikatan persaudaraan antar sesama umat Islam, dan banyak pula larangan untuk memutuskan tali persaudaraan. Semua itu telah disampaikan baik melalui Al Quran maupun Al Hadits.
Rasulullah saw sendiri yang merupakan seorang manusia pilihan telah menunjukkan bagaimana seharusnya umat Islam senantiasa menjaga hubungan persaudaraannya.Islam adalah agama yang mengharamkan umatnya untuk memutuskan tali persaudaraan atau silaturahmi, terutama dengan saudara yang berada dalam satu naungan agama Islam.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Hujurat ayat 10 :

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (Al Hujurat: 10)
Ayat tersebut memberikan kita pemahaman agar kita senantiasa menjaga ukhuwah dengan baik.

Baca juga :  Akhiri Kegiatan Ramadhan, Guru dan Siswa Khatam AlQur'an 30 Juz

Dalam FirmanNya yang lain, surat Ali Imran ayat 103 Allah menegaskan:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai….”
Hadirin Rahimakumullah,

      Menjaga tali ukhuwah sangatlah penting. Ukhuwah yang terjalin apik akan membentuk persatuan dan kesatuan yang kuat. Seperti halnya batang lidi. Begitu halnya dengan kehidupan manusia, jika ukhuwah diabaikan, ia akan seperti sebatang lidi yang rapuh karena berdiri sendiri. Sebaliknya jika ukhuwah terjalin erat, tersimpul kuat, maka akan menghasilkan kekuatan yang dahsyat.

Hadirin yang saya hormati,

Bagi sebagian orang membangun ukhuwah bukanlah suatu hal yang sulit. Namun bagi sebagian yang lain, menyambung atau membangun ukhuwah adalah sesuatu yang sulit, apalagi terhadap orang baru.
Oleh karena itu, pada kesempatan ini kita akan membahas kiat membangun ukhuwah sesuai tingkat ukhuwah menurut para ulama.

Baca juga :  Tsabiwa NWDI Rensing Bagikan Buku Raport dan Reward Juara Kelas VII dan VIII

Pertama, ta’aruf (saling mengenal)

Kedua, tafahum (saling memahami)

Ketiga, ta’awun (saling membantu)

Di dalam hadis sahih disebutkan:
“وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ”

Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama si hamba selalu menolong saudaranya.

Sungguh, mempererat hubungan persaudaraan Islam adalah salah satu amal sholeh yang tiada terkira nilainya. Melalui hubungan persaudaraan Islam yang kuat, berarti kita telah membantu untuk menegakkan power di dalam tubuh Islam.
Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa mendapatkan balasan kebaikan dari Allah swt karena telah menjaga hubungan persaudaraan di dalam Islam. Amin.
Hadirin yang berbahagia,
Setelah kita mengetahui urgensi dan tingkatan dari sebuah persaudaraan di dalam Islam, mulai saat ini marilah kita mulai untuk senantiasa menyambung, mempererat, dan menjaga ikatan silaturahmi kita di jalan Islam.

Cukup sekian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat apa yang telah saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf.
Wallahul Muwaffiqu Walhadi Ilasabilirrasyad
Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.


Bagikan Yuuk

Humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Ikuti MIC IV 2022, Tsabiwa Raih 3 Juara Pada Cabang Karoke Islami dan Futsal

Sen Mei 30 , 2022
Bagikan Yuuk Share on Facebook Tweet it Share on Reddit Pin it Share it Email Tsabiwanes_ Siswa-siswi MTs Birrul Walidain NWDI Rensing (Tsabiwa) Kec. Sakra Barat kembali menorehkan prsetasi membanggakan dengan menyabet tiga piala juara pada Mabiwa Islamic Competition (MIC) ke-IV 2022 yang diselenggarakan oleh Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) […]
Mts Birrul Walidain NW Rensing