Rensing – Suasana malam yang begitu dingin menyelimuti bumi perkemahan di Pondok Pesantren Birrul Walidain NWDI Rensing menghadirkan keheningan yang perlahan berubah menjadi hangat oleh nyala api unggun yang berkobar di tengah lingkaran peserta. Percikan api menari-nari di udara, seolah menjadi saksi bisu kebersamaan yang terjalin erat dalam kegiatan Perkemahan Penggalang Persaudaraan Silaturrahmi Gabungan (P3 SIGAB). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Gugus Depan MTs Birrul Walidain NWDI Rensing pada malam Ahad, 14 Februari 2026.
Api unggun bukan sekadar ritual perkemahan, melainkan simbol persatuan, semangat, dan persaudaraan. Cahaya yang memancar dari kobaran api memantulkan wajah-wajah penuh semangat para peserta yang duduk melingkar. Gelak tawa, tepuk tangan, serta sorak kebersamaan berpadu menjadi satu harmoni yang menghangatkan malam. Kegiatan malam keakraban tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antar peserta dari berbagai gugus depan yang hadir.
Perkemahan yang berlangsung selama dua hari, SabtuβAhad, 14β15 Februari 2026 ini dirancang sebagai wadah pembinaan karakter, kemandirian, dan kebersamaan bagi para penggalang. Tidak hanya sekadar berkemah, kegiatan ini diisi dengan berbagai agenda edukatif, permainan kebersamaan, pentas seni, hingga diskusi kepramukaan yang sarat nilai persaudaraan dan kepemimpinan. Semangat gotong royong terlihat sejak hari pertama, ketika peserta bersama-sama mendirikan tenda, menyiapkan perlengkapan, serta membangun kerja sama tim.
Malam keakraban terasa semakin istimewa dengan kehadiran Kaka Anung Mukarmanto dari Kwarran Sakra Barat yang didampingi oleh DKR Sakra Barat serta para pembina gugus depan. Kehadiran para pembina dan tokoh kepramukaan tersebut memberikan motivasi serta inspirasi bagi peserta untuk terus menumbuhkan semangat kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menjaga persatuan, menumbuhkan kepedulian sosial, serta menjadikan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda yang tangguh.

Perkemahan P3 SIGAB ini diikuti oleh lima gugus depan yang berasal dari berbagai madrasah dan sekolah, yaitu MTs NW Gunung Rajak, MTs Almukhtary NW Bungtiang, MTs Almuhsinin Selak Ampan Kecamatan Keruak, serta SMP Birrul Walidain NW Rensing. Keikutsertaan berbagai gugus depan ini menjadikan perkemahan semakin semarak dengan keberagaman kreativitas, yel-yel, serta penampilan seni yang ditampilkan setiap kelompok.
Usai api unggun digelar , setiap gugus depan menampilkan pentas seni terbaik mereka. Ada yang menampilkan hadroh, debat bahasa inggris, lagu-lagu kebersamaan, hingga tarian kreasi yang mengundang decak kagum. Tepuk tangan riuh menjadi bukti apresiasi atas keberanian dan kreativitas para peserta. Momen ini bukan hanya hiburan, tetapi juga ajang menumbuhkan rasa percaya diri, kerja sama tim, serta saling menghargai antar sesama.
Lebih dari sekadar kegiatan berkemah, P3 SIGAB menjadi ruang bertemunya hati dan semangat generasi muda dalam bingkai persaudaraan. Kebersamaan yang terjalin selama dua hari tersebut diharapkan mampu meninggalkan kesan mendalam bagi setiap peserta. Kenangan duduk melingkar di sekitar api unggun, berbagi cerita, bernyanyi bersama, dan saling menguatkan akan menjadi cerita indah yang terus dikenang.
Perkemahan yang dibidani oleh Pramuka MTs Birrul Walidain NWDI Rensing, MA Birrul Walidain NWDI Rensing dan SMA Birrul Walidain NWDI Rensing ini tidak hanya meninggalkan jejak tenda di bumi perkemahan, tetapi juga menanamkan nilai persatuan, kebersamaan, dan semangat kepramukaan dalam hati setiap peserta. Api unggun mungkin akan padam, namun semangat persaudaraan yang telah menyala di antara mereka diharapkan akan terus berkobar dalam perjalanan hidup masing-masing.

