KKM MTs Sakra Barat Gelar Sosialisasi dan Pendampingan Implementasi KMA 1503, RDM dan KBC

Sakra Barat –Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Madrasah Tsanawiyah Kecamatan Sakra Barat menyelenggarakan kegiatan sosialisasi sekaligus pendampingan terkait implementasi KMA Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Implementasi Kurikulum RA/Madrasah, Kokurikuler, Implementasi KBC di madrasah serta pemanfaatan Raport Digital Madrasah (RDM) versi terbaru. Kegiatan ini berlangsung pada hari Rabu, 3 Desember 2025, bertempat di sekretariat KKM, MTs Negeri 4 Lombok Timur.
Acara tersebut diikuti oleh para Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum, serta para operator madrasah yang tergabung dalam KKM MTs se-Kecamatan Sakra Barat. Hadir sebagai narasumber adalah Pengawas Pembina Madrasah, Bapak Muh. Nurhasanah, S.Pd., M.Pd., yang memberikan paparan mendalam terkait berbagai regulasi dan mekanisme terbaru yang akan berlaku tidak hanya pada semester ganjil tetapi juga pada semester genap tahun pelajaran 2025/2026.
Dalam sambutannya, Ketua KKM MTs Sakra Barat, Bapak Muslihin, S.Pd., M.Ap., menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk memperkuat pemahaman para pimpinan dan tenaga teknis madrasah mengenai penerapan Kurikulum RA/Madrasah sesuai KMA terbaru, serta memastikan kesiapan satuan pendidikan dalam menghadapi tahun pelajaran berikutnya. Selain pembahasan mengenai kurikulum, kegiatan ini juga menyoroti penggunaan RDM versi terbaru (Versi 3.1 Rev) serta penyesuaian dengan juknis yang telah ditetapkan. Termasuk di dalamnya adalah penjelasan tentang perubahan fitur, penyempurnaan sistem penilaian, serta keterkaitan nilai raport dengan PDUM dan E-Ijazah. Ketua KKM menegaskan bahwa akurasi penginputan nilai menjadi sangat penting karena akan berpengaruh langsung pada nilai ijazah siswa dan tidak dapat diubah kembali setelah terekam dalam sistem nasional.
Dalam pemaparannya, Pengawas Pembina Madrasah, Bapak Muh. Nurhasanah,S.Pd.,M.Pd menjelaskan bahwa KMA Nomor 1503 Tahun 2025 membawa empat fokus utama. Pertama, penguatan kompetensi peserta didik, khususnya literasi, numerasi, sains, dan teknologi. Kurikulum baru tidak hanya menekankan pemahaman teori, tetapi juga penerapan dalam situasi nyata sehingga siswa lebih siap menghadapi tantangan zaman.
Kedua, pendekatan pembelajaran mendalam. Guru diarahkan untuk mengembangkan proses belajar yang menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Pembelajaran tidak lagi berorientasi pada hafalan semata, melainkan pada pengembangan cara berpikir yang lebih analitis dan reflektif.
Ketiga, Kurikulum Berbasis Cinta, yaitu pendekatan yang menempatkan nilai kasih sayang, empati, kebersamaan, dan penghargaan terhadap keberagaman sebagai dasar dalam pembelajaran. Lingkungan madrasah diharapkan menjadi tempat yang lebih menenangkan, humanis, serta kondusif dalam membentuk karakter Islami.
Keempat, fleksibilitas implementasi kurikulum. Setiap madrasah diberi ruang untuk menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan lokal, karakter peserta didik, serta kondisi satuan pendidikan masing-masing sehingga inovasi dapat tumbuh secara alami.
Selain aspek kurikulum, pembahasan mengenai RDM Versi 3.1 Rev menjadi perhatian penting. Beberapa perubahan mencakup berhentinya fitur P5RA pada tahun pelajaran 2024/2025, munculnya menu kokurikuler mulai tahun pelajaran 2025/2026, serta penambahan item penilaian kokurikuler bagi madrasah yang telah menetapkan pembinanya. Khusus RA, item kokurikuler akan tampil di akun wali kelas. Sistem penilaian ini juga telah terintegrasi dengan PDUM dan E-Ijazah sehingga nilai yang diinput harus benar-benar valid dan sesuai prosedur.
Pada sesi selanjutnya, narasumber memaparkan substansi kokurikuler yang bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan rangkaian aktivitas terencana untuk memperkuat pembelajaran intrakurikuler. Kokurikuler menjadi jembatan antara pengetahuan teoritis dengan praktik di kehidupan sehari-hari.
Implementasi kokurikuler dapat dilakukan melalui empat pendekatan. Pertama, pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu, misalnya pengembangan tema terpadu yang menggabungkan beberapa mata pelajaran. Kedua, melalui program Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) yang menekankan pembentukan karakter melalui rutinitas positif. Ketiga, melalui Kegiatan Kolaboratif Berbasis Cinta (KKBC) yang menanamkan nilai Panca Cinta melalui kegiatan seperti kultum tematik, kegiatan saling berbagi, dan aksi sosial. Keempat, melalui pengembangan lain berbasis potensi lokal, seperti membatik di daerah sentra batik atau budidaya ikan di wilayah pesisir.
Penjelasan ditutup dengan penguatan kembali mengenai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menjadi bagian integral dari pembentukan karakter peserta didik. Kurikulum ini diharapkan mampu melahirkan generasi madrasah yang unggul secara intelektual sekaligus memiliki kepekaan sosial, empati, serta kecintaan pada lingkungan dan sesama.
Melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan ini, KKM MTs Sakra Barat berharap seluruh madrasah anggota dapat melaksanakan kurikulum dan sistem penilaian terbaru secara tepat, terarah, dan berkualitas sehingga penyelenggaraan pendidikan di madrasah semakin maju, aktual, dan relevan dengan tuntutan zaman.
=====
KKM MTs Sakra Barat
Bagikan Yuuk, mungkin info ini penting buat teman kamu.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ikuti dan Hadirilah Pengajian Rutin Jum'at, 12 Desember 2025

Jum Des 12 , 2025
Mengundang bapak/ibu/sdr/sdri jamaah muslimin/muslimat serta dewan guru dan santri-santriwati untuk hadir pada pengajian rutin Majelis Taklim Pondok Pesantren Birrul Walidain NWDI Rensing Kec. Sakra Barat yang insya Allah akan dilaksanakan pada : Hari/tanggal : JUM’AT, 12 Desember 2025 Waktu : Pukul 13.45 wita-selesai (setelah sholat jumat) Tempat : Halaman Ponodok […]

Artikel Terkait yang mungkin anda suka: