TGB Hadiri Milad ke-25 Ponpes Birrul Walidain, Sampaikan 3 Pesan Penting
Tsabiwa – Pengajian Akbar Milad ke-25 Yayasan Pondok Pesantren Birrul Walidain NWDI Rensing Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur, dirangkaikan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H dan peletakan batu pertama pembangunan Aula Majelis Taklim Birrul Walidain, sukses digelar Kamis (28/8/2025) bertepatan dengan 4 Rabi’ul Awal 1447 H. Ribuan jamaah hadir memenuhi lokasi acara dengan penuh khidmat dan rasa syukur atas perjalanan seperempat abad pesantren tersebut.
Kehadiran Ketua Umum Pengurus Besar NWDI, Amukarrom Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi, MA., menjadi magnet utama. Sosok ulama kharismatik yang juga cucu Pahlawan Nasional TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid ini memberikan tausiah sarat makna tentang pentingnya menjaga ilmu, adab, dan perjuangan pesantren di tengah tantangan zaman. Momen ini terasa istimewa karena menjadi perjumpaan kembali TGB dengan jamaah Ponpes Birrul Walidain setelah 14 tahun.
Turut mendampingi TGB, hadir Uminda Hj. Erika Zainul Majdi, Ketua Umum Yayasan Ponpes Birrul Walidain TGH. M. Yusuf Ma’mun, TGH. Abdul Basith Asdjazzi, Lc., para masyaikhul DQH NWDI Pancor, serta sejumlah ulama dan tokoh masyarakat. Hadir pula Prof. Dr. H. Muslihun Muslim, QH., M.Ag., TGM. Hasan Asy’ari, QH., M.Sos., TGH. Hasanuddin, S.Ag., MM., anggota DPRD NTB M. Nashib Ikroman, hingga Ust. H. Salman Alfarisi, QH., S.Sos.I, imam tetap Masjid Usaid bin Huzair Qatar.
Sekretaris Umum Yayasan Ponpes Birrul Walidain, Nuruddin, QH., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa kehadiran TGB adalah anugerah besar yang dinantikan sejak lama. Ia mengungkapkan terakhir kali TGB hadir secara langsung pada Milad ke-11 tahun 2011, saat masih menjabat Gubernur NTB. Karena itu, momen ini menjadi hari penuh berkah yang sangat ditunggu jamaah dan keluarga besar pesantren.
Dalam pengajiannya, TGB menyampaikan tiga pesan penting. Pertama, agar Ponpes Birrul Walidain menjaga nilai-nilai kepondokpesantrenan yang diwariskan Maulanasyeikh, seperti mempelajari Al-Qur’an, mencintai hadis Nabi, menjaga adab, dan berpegang teguh pada aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah. Kedua, pesantren diminta menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, termasuk mempelajari ilmu-ilmu baru yang dibutuhkan, misalnya bahasa China untuk mendukung akses ilmu pengetahuan dan teknologi modern.
Pesan ketiga, TGB meminta Ponpes Birrul Walidain terus menghidupkan majelis taklim agar manfaatnya tidak hanya dirasakan santri, tetapi juga masyarakat luas. “Terus menjadi tempat masyarakat belajar di tempat ini sehingga yang mendapatkan manfaat tidak hanya para santri dan santriwati saja, tapi seluruh masyarakat yang ada,” ujar TGB.
Acara Milad ke-25 ditutup dengan doa pusaka yang dipimpin TGH. M. Yusuf Ma’mun, diiringi tradisi melontar uang amal khas warga NWDI. Suasana kebersamaan, doa, dan syukur yang tercipta menjadi penanda bahwa Ponpes Birrul Walidain NWDI Rensing siap melanjutkan perjuangan dakwah, sosial, dan pendidikan menuju masa depan yang lebih gemilang.
