Ribuan Jamaah Hadiri Pengajian Akbar dan Ngurisan Bersama TGB di Rensing
Tsabiwa – Ribuan jamaah memadati acara Pengajian Akbar Milad ke-25 Yayasan Pondok Pesantren Birrul Walidain NWDI Rensing yang dirangkaikan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H dan peletakan batu pertama Aula Majelis Taklim Birrul Walidain, Kamis (28/8/2025) bertepatan dengan 4 Rabi’ul Awal 1447 H. Salah satu rangkaian utama yang paling ditunggu adalah prosesi ngurisan massal atau mencukur rambut bayi dan balita.
Di panggung utama, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Almukarrom Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi, MA, hadir bersama sang istri, Uminda Hj. Erika Zainul Majdi. TGB memimpin langsung prosesi pemotongan rambut bayi dengan penuh kelembutan sambil mendoakan agar anak-anak tersebut tumbuh menjadi generasi saleh dan salehah.
Momen tersebut mengundang rasa haru dari para orang tua yang membawa buah hati mereka. Banyak yang meneteskan air mata bahagia, merasa doa-doa mereka mendapat restu dari ulama kharismatik cucu Pahlawan Nasional Almaghfurulah Maulanasyeikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Suasana religius bercampur dengan rasa syukur dan kebersamaan.
Ngurisan massal kali ini juga disaksikan para ulama kharismatik NWDI, di antaranya TGH. Abdul Basith Asdjazzi, Lc., cicit pendiri NWDI, NBDI, dan NW. Hadir pula jajaran masyaikhul DQH NWDI Pancor seperti TGH. Ahmad Muzanni, Lc., MA., TGH. Zainuddin Badrun, TGH. Muhammad Wirajaya, Lc., M.Sos., TGH. Abdullah Fatih, Lc., serta TGH. Syamsul Hadi, Lc.
Sejumlah tokoh penting turut memeriahkan acara, antara lain Prof. Dr. H. Muslihun Muslim, QH., M.Ag., TGM. Hasan Asy’ari, QH., M.Sos., TGH. Hasanuddin, S.Ag., MM., serta anggota DPRD NTB M. Nashib Ikroman. Hadir pula seorang hafidz yang juga imam tetap Masjid Usaid bin Huzair Qatar, Ust. H. Salman Alfarisi, QH., S.Sos.I.
Keberadaan para ulama, tokoh masyarakat, pejabat daerah, dan ribuan jamaah dari berbagai wilayah membuat prosesi ngurisan semakin khidmat. Tradisi ini tidak hanya menjadi simbolik, tetapi juga bagaimana masyarakat Lombok menjunjung tinggi sunnah Rasulullah SAW dan melestarikan tradisi Islam.
Acara bersejarah tersebut sekaligus menjadi ajang silaturrahmi, penguat persaudaraan, serta momentum untuk meneguhkan komitmen dalam mengembangkan dakwah Islamiyah. Spirit kebersamaan yang tercipta sejalan dengan perjuangan NWDI yang diwariskan Maulanasyeikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, sehingga nilai-nilai keislaman dan budaya tetap hidup di tengah masyarakat
