Kemenag Targetkan 3 Juta Guru dan Siswa Madrasah Jadi Ahli Matematika

Tujuan dan Sasaran

Pada tahun 2023, Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan program ambisius bernama “Madrasah Pandai Berhitung” dengan target ambisius: 3 juta guru dan siswa madrasah di seluruh Indonesia menjadi ahli matematika di tahun 2024.

Program ini dilandasi oleh beberapa tujuan, yaitu:

  • Meningkatkan kemampuan numerasi dan literasi matematika guru dan siswa madrasah.
  • Mengubah stigma bahwa matematika adalah mata pelajaran yang sulit dan membosankan.
  • Mempersiapkan generasi muda madrasah untuk menghadapi tantangan masa depan yang membutuhkan keterampilan matematika yang mumpuni.

Metode dan Implementasi

Untuk mencapai target tersebut, Kemenag menggandeng Prof. Yohanes Surya, seorang pakar matematika terkemuka, untuk menerapkan metode pembelajarannya yang dikenal dengan Metode Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan).

Baca juga :  Siang ini Tim Pramsus Tsabiwa Diberangkatkan ke Arena Lomba LKKP 2016

Metode Gasing menekankan pada pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan, sehingga diharapkan dapat memotivasi siswa dan meningkatkan minat mereka terhadap matematika.

Program Madrasah Pandai Berhitung ini dilaksanakan dalam beberapa tahap, yaitu:

  • Pelatihan guru: Guru-guru madrasah dilatih terlebih dahulu untuk menguasai Metode Gasing.
  • Penerapan di madrasah: Guru-guru yang telah terlatih kemudian menerapkan Metode Gasing dalam pembelajaran matematika di madrasah mereka.
  • Monitoring dan evaluasi: Kemenag melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan program ini berjalan dengan efektif dan mencapai target.

Tantangan dan Harapan

Meskipun target yang dicanangkan terbilang ambisius, namun Kemenag optimis program ini dapat tercapai dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk guru, siswa, orang tua, dan masyarakat madrasah.

Baca juga :  Tsabiwa Raih Juara 1 Lomba Gerak Jalan Indah 3 Tahun Berturut-Turut

Beberapa tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program ini adalah:

  • Perbedaan kemampuan dan latar belakang siswa: Guru perlu menyesuaikan metode pembelajaran dengan kemampuan dan latar belakang siswa yang beragam.
  • Keterbatasan sarana dan prasarana: Tidak semua madrasah memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung pembelajaran matematika.
  • Kurangnya minat siswa terhadap matematika: Stigma bahwa matematika adalah mata pelajaran yang sulit dan membosankan masih perlu diubah.

Meskipun terdapat tantangan, Kemenag berharap program ini dapat memberikan dampak positif bagi pendidikan matematika di madrasah dan menghasilkan generasi muda madrasah yang cakap dan mumpuni dalam bidang matematika.

Referensi:

Tulis Komentar anda di sini

Next Post

PPDB Madrasah Jakarta 2024 Telah Dibuka

Sen Mei 20 , 2024
Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Madrasah DKI Jakarta Tahun 2024 telah dibuka sejak 13 Mei 2024. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi PPDB Madrasah DKI Jakarta di https://ppdb-madrasahdki.com/. PPDB Madrasah DKI Jakarta 2024 terdiri dari 3 jenjang, yaitu Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). […]

Artikel Terkait yang mungkin anda suka:

Mts Birrul Walidain NW Rensing