LAPORAN ON JOB LEARNING SUPERVISI AKADEMIK PKB KEPALA MADARSAH TAHUN 2022

 Laporan On Job Learning (OJL) Supervisi Akademik PKB Kepala Madrasah Tahun 2022

Oleh Nuruddin,M.Pd (Kepala MTs Birrul Walidain NWDI Rensing)

SEBAGAI LAPORAN AKHIR TUGAS PELATIHAN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB) KEPALA MADRASAH TAHPA II TAHUN 2022 MTS BIRRUL WALIDAIN NW RENSING KEC. SAKRA BARAT KAB. LOMBOK TIMUR

 BAB I

PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 menyatakan bahwa seorang Kepala Sekolah harus menguasai Standar Kompetensi Kepala Sekolah yang terdiri atas : kompetensi kepribadian, kompetensi manajerial, kompetensi supervisi, kompetensi kewirausahaan dan kompetensi sosial.

Supervisi akademik secara umum merupakan bantuan profesional kepada guru dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran sehingga guru dapat membantu siswa untuk belajar lebih aktif, kreatif, inovatif, efektif, efisein dan menyenangkan.Dalam konteks kurikulum 2013,kualitas proses pembelajaran yang harus ditingkatkan adalah bagaimana guru membantu peserta didik untuk meningkatkan kemampuan kreativitas mereka melalui kegiatan mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan membentuk jejaring dalam proses pembelajaran.

Penjabaran kompetensi supervisi pada intinya adalah supervisi akademis dimana langkah-langkah yang dilakukan adalah merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru, melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat serta menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalismenya.

Mencermati hasil analisis Program Supervisi Tahun  pada MTs Birrul Walidain NW Rensing secara umum ditemukan beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki bagi peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus peningkatan profesionalisme guru, seperti : pengembangan indikator dan materi pembelajaran, penggunaan metode pembelajaran yang belum variatif, lemahnya penguasaan guru dalam model-model pembelajaran aktif , dan sebagainya.

Karena itu dalam rangka melaksanakan tugas Kepala Sekolah sebagai Supevisor/Penyelia maka perlu disusun program supervisi yang secara menyeluruh dan sistematis menjabarkan rencana kegiatan yang akan dilakukan serta apa tindak lanjut dari hasil supervisi setelah kegiatan dilakukan agar terjadi perbaikan yang signifikan dalam kegiatan akademis di MTs Birrul Walidain NW Rensing

 

B.   Landasan Hukum

Landasan hukum yang digunakan sebagai acuan pelaksanaan supervisi pembelajaran ini adalah sebagai berikut:

  1. ndang–Undang No.20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional;
  2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan,sebagaimana telah diubah dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2013, dan perubahan kedua dalam Peraturan Pemerintah Nomor13 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan.
  3. Permendiknas No.13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah.
  4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2014 tentang Peran Guru TIK dan Guru Ketrampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi dalam Implementasi Kurikulum2013
  5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaranpada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
  1. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan DasardanPendidikan Menengah.
  2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik IndonesiaNomor20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar danMenengah.
  3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 21Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah.
  4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
  5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan Dasar dan Menengah.
  6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik IndonesiaNomor24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Menengah, sebagaimanatelah diubah dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2018.
  7. Permendikbud No. 6 tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai KepalaSekolah.
  8. Permendikbud No.15Tahun2018 tentang Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah ,dan Pengawas Sekolah.
  9. Permendikbud No. 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan karakter di Satuan pendidikan.
  10. Keputusan Menteri Agama (KMA) No. 624 Tahun 2021 Pedoman SupervisiPembelajaran pada Madrasah

 

C.            Tujuan Supervisi Akademik

 

Menurut Sergiovanni (dalam Departemen Pendidikan Nasional, 2007: 10), ada tiga tujuan supervisi akademik sebagaimana dapat dilihat pada gambar berikut.

 

  1. Supervisi akademik dilakukan untuk membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalnya dalam memahami akademik, kehidupan kelas, mengembangkan keterampilan mengajarnya dan menggunakan kemampuannya melalui teknik-teknik tertentu.
  2. Supervisi akademik dilakukan untuk memonitor kegiatan proses belajar mengajar di sekolah. Kegiatan memonitor ini bisa dilakukan melalui kunjungan kepala sekolah ke kelas-kelas di saat guru sedang mengajar, percakapan pribadi dengan guru, teman sejawatnya, maupun dengan sebagian peserta didik.
  3. Supervisi akademik dilakukan untuk mendorong guru menerapkan kemampuannya dalam melaksanakan tugas-tugas mengajarnya, mendorong guru mengembangkan kemampuannya sendiri, serta mendorong guru agar ia memiliki perhatian yang sungguh-sungguh (commitment) terhadap tugas dan tanggung jawabnya

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Kerangka Pikir

 

Sebagai salah satu komponen yang memegang peran penting dalam proses pembelajaran di madrasah, guru dituntut untuk selalu meningkatkan kompetensi profesional sebagai pengajar. Dengan adanya peningkatan kompetensi ini maka akan berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran. Kompetensi profesional guru yang dimaksud yaitu meliputi kemampuan memahami landasan kependidi-kan, kemampuan merencanakan proses pembelajaran, kemampuan melaksanakan proses pembelajaran, dan kemampuan mengevaluasi proses pembelajaran.

Peningkatan kompetensi profesional dapat dilakukan baik secara internal yaitu usaha dari guru itu sendiri maupun secara eksternal melalui bantuan dari kepala sekolah. Dengan adanya keterbatasan dari guru untuk meningkatkan kompetensi profesionalnya maka adanya bantuan dari kepala sekolah sangatlah diperlukan.

Salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi profesional guru yaitu melalui peran kepala sekolah sebagai supervisor. Dalam hal ini peran kepala sekolah sebagai supervisor yaitu membantu merencanakan proses pembelajaran, membantu melaksanakan proses pembelajaran, membantu mengevaluasi proses pembelajaran, memberi dorongan kepada guru dalam bekerja, dan mengikut-sertakan guru dalam kegiatan yang menunjang peningkatan kompetensi profesionalnya.

Peran kepala sekolah sebagai supervisor apabila dilakukan secara optimal maka akan memberi kontribusi terhadap peningkatan kompetensi profesional guru, sebaliknya apabila peran kepala madrasah sebagai supervisor dilakukan secara pasif dan kurang optimal maka akan berdampak pada menurunnya kompetensi profesional guru.

 

  1. Pengertian Supervisi Akademik

 

Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran. Supervisi akademik merupakan upaya membantu guru-guru tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, jenis kelamin, status sosial ekonomi, dan yang berkebutuhan khusus dalam mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan pembelajaran.

 

  1. Pemecahan masalah

Optimalisasi pencapaian program satuan pendidikan dapat terwujud jika seluruh proses kegiatan yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, dan pelaporannya dapat terlaksana secara intens, komprehensif, dan terjadwal secara akurat.

Madrasah seyogyanya memiliki kemampuan dalam membuat kebijakan dan program yang terarah dan tepat sasaran, dengan memaksimalkan kekuatan (strenght) dan peluang (opportunity) yang dimiliki seta menanggulangi kelemahan dan ancaman yang mungkin dapat menjadi faktor penghambat.

Baca juga :  JUKNIS KOMPETISI SAINS MADRASAH (KSM) 2022

Karenanya setiap satuan pendidikan haruslah memiliki team work  yang kompak, cerdas, dan dinamis, serta adanya partisipasi yang tinggi dari seluruh warga madrasah. Setiap mereka wajib membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan (skill), baik akademik, paedagogik maupun manajerial yang dapat mereka peroleh dengan mengikuti pendidikan dan latihan, MGMP.KKG, Bamlat, sharing dengan guru ahli/senior,  work shop, maupun pengkajian pustaka, dan dokumentasi.

Sungguhpun demikian dalam kenyataannya tidak semua warga madrasah memiliki kemauan dan kesempatan untuk mengikuti kegiatan yang dimaksud. Bagitu pula dalam hal upaya pengembangan potensi diri melalui studi pustaka pun ternyata belum dapat diharap banyak dan masih membutuhkan motivasi eksternal.

Dari realita di atas, maka peran kepala satuan pendidikan dalam membina, membimbing, dan memotivasi pendidik dan tenaga kependidikan memiliki arti yang amat urgen.  Pemberian bimbingan, pembinaan, dan dorongan yang dilakukan secara intensif berkesinambungan merupakan solusi logis pencapaian program dan acuan dalam upaya mewujudkan target secara maksimal.

 

  1. D. Pendekatan dan Teknik Supervisi Akademik
  2. Pendekatan

Pendekatan yang digunakan dalam supervisi akademiki ini adalah Pendekatan langsung (direct contact) yaitu cara  pendekatan terhadap masalah yang bersifat langsung. Dalam hal ini peran supervisor lebih dominan.

  1. Teknik Supervisi Akademik

Kepala Madrasah dapat menentukan beberapa teknik supervisi akademik yang akan digunakan antara lain:

  1. Wawancara (perseorangan) dengan tujuan untuk menganalisa kesulitan-kesulitan belajar baik yang ditimbulkan oleh guru maupun oleh komponen yang lain .
  2. Observasi I (melalui kunjungan kelas) dengan tujuan untuk memvalidasi keberhasilan tujuan pendidikan yang dilakukan oleh guru
  3. Dokementasi (silabus, RPP, hasil kerja peserta didik, catatan guru/hasil penilaian guru) dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru dalam pembelajaran
  4. Menilai diri sendiri dengan tujuan untuk menumbuhkan dan membangkitkan keberanian diri pada guru
  5. Kunjungan antar kelas dengan tujuan untuk meningkatkan sikap, keterampilan serta pengetahuan

 

  1. Sasaran dan Ruang Lingkup

 

Sasaran dan Ruang lingkup Program Supervisi Akademik di MTs Birrul Walidain NW Rensing meliputi;

1.     Guru Mata Pelajaran

Aspek materi supervisi meliputi:

  1. Supervisi RPP,terdiri dari:
    1. Identitas
    2. Indiktor Pencapaian Kompetensi
    3. Tujuan pembelajaran
    4. Marteri Pembelajaran
    5. Sumber Belajar
    6. Media Pembelajaran
    7. Kegiatan Pembelajaran
    8. Penilaian

 

  1. Supervisi Kunjungan kelas,terdiri dari:
    1. Kegiatan Pendahulauan
    2. Kegiatan Inti Pembelajaran
    3. Kegiatan Penutup

 

BAB III

RENCANA DAN PELAKSANAAN SUPERVISI

 

A.     Rencana Pelaksanaan

 

Agar pelaksanaan program supervisi akademik dapat terlaksana dengan baik dan memberikan hasil sesuai dengan harapan,sebaiknya melibatkan pengawas manajerial untuk mendampingi, membina dan memberikan arahan.Karena pelaksanaan supervise harus dipersiapkan secara matang dengan langkah – langkah sebagai berikut:

  1. Langkah Persiapan yang meliputi:
    1. Pembentukan Tim Supervisor yang diketuai oleh Kepala Madrasah dengan melibatkan guru senior yang ada dalam lingkungan madrasah yang berkompeten sebagai anggota. Pembentukan Tim Supervisor dilakukan melalui rapat dewan guru.
    2. Setelah Tim Supervisor terbentuk dilanjutkan dengan rapat penyusunan instrument supervise sesuai kebutuhan.
    3. Menyusun jadwal rencana pelaksanaan supervisi.
  2. Pelaksanaan Supervisi Akademik

Supervisi akademik merupakan  serangkaian kegiatan membantu pendidik mengembangkan kemampuannya dalam mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kegiatan  Supervisi Akademik secara umum dilaksanakan meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, analisis hasil supervisi akademik dan tindak lanjut supervisi akademik  . Adapun kegiatan tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Persiapan

Menyusun Perencanaan Supervisi Akademik

Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah;

  1. Sosialisasikan supervisi akademik;

Pada tahap ini yang dilakukukan adalah;

Perencanaan supervisi akademik disosialisasikan kepada guru yang akan di supervisi, dalam sosialisasi tersebut dibuatlah kesepakatan waktu bersama guru yang akan disupervisi.

  1. Menyusun instrumen supervisi;

Instrumen yang perlu di persiapkan dalam tahap ini adalah;

  1. tindak lanjut hasil supervisi
  2. Intrumen rencana kegiatan pembelajaran
  3. Intrumen observasi kelas
  4. Intrumen kunjungan kelas pada proses pembelajaran
  5. Daftar pertanyaan setelah observasi ( feetback / pos observasi )
    1. Menyusun jadwal supervisi;

Berdasarkan diskusi dengan guru-guru MTs Birrul Walidain NW Rensing, disepakati jadwal pelaksanaan supervisi akademik adalah sebagai berikut :

Hari Tanggal          :    Kamis – Jumat

Tanggal                  :    10 –  11 November 2022

Tempat                   :    MTs Birrul Walidain NW Rensing

 

  1. Menentukan guru yang di supervisi

Pada tahap ini yang dilakukukan adalah;

Penetapan guru yang akan di supervisi dilakukan pada  sosialisasi awal tentang rencana supervisi akademik oleh kepala sekolah kepada guru yang akan disupervisi.

Jadwal Supervisi Akademik

No. Hari/ Tanggal Nama Guru Mata Pelajaran/Pokok Bahasan/Kompetensi Dasar Kelas Jam Ke Fokus Masalah
1 Kamis, 10 November 2022 Baiq Erni Murdiati,S.Pd Matematika VII 3-4 1.Administrasi Pembelajaran.                        2. Pelaksanaan Pembelajaran                         3. Penilaian pembelajaran
2 Kamis, 10 November 2022 Muh. Saleh,S.Pd.I Qur’an Hadits VII 7-8 1.Administrasi Pembelajaran.                        2. Pelaksanaan Pembelajaran                         3. Penilaian pembelajaran
3 Jum’at, 11 November 2022 Suhirsan Amrullah,S.Pd IPA Terpadu IX 1-2 1.Administrasi Pembelajaran.                        2. Pelaksanaan Pembelajaran                         3. Penilaian pembelajaran

 

  1. Pelaksanaan Observasi
  2. Pra Obsevasi

Pra-observasi adalah kegiatan yang dilakukan oleh peserta OJL (kepala sekolah) sebelum melakukan observasi kelas. Pelaksanaan observasi diawali dengan langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Penyiapan instrumen perencanaan kegiatan pembelajaran
  2. Peserta OJL (kepala madrasah) berkonsultasi dengan guru yang akan

disupervisi.

  1. Meminta silabus dan RPP pembelajaran 1 hari sebelum observasi
  2. Pengisian instrumen perencanaan kegiatan pembelajaran

 

Berdasarkan langkah-langkah diatas maka dapat diketahui hasil pra-observasi guru dalam merencanakan kegiatan pembelajaran (perangkat pembelajaran) dimana ada beberapa komponen yang belum dilengkapi oleh guru dengan rincian sebagai berikut:

  1. Ibu Baiq Erni Murdiati,S.Pd, guru yang mengajar Matematika di kelas VII, administrasi pembelajaran sudah BAIK( nilai 87,5), komponen yang belum dilengkapi adalah Agenda/Catatan Harian dan Modul Proyek belum ada.
  2. Bapak Saleh,S.Pd.I guru yang mengajar Qur’an Hadits di kelas VII, administrasi pembelajaran sudah BAIK (nilai 85), komponen yang belum dilengkapi adalah Agenda/Catatan Harian dan Modul Proyek, KKM, dan metode perlu yang bervariasi serta kisi-kisi penilaian perlu disiapkan.
  3. Bapak Suhirsan Amrullah,S.Pd. guru yang mengajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas IX, administrasi pembelajaran sudah baik( 86 ), komponen yang belum dilengkapi adalah buku harian, materi ajar belum sesuai, sumber belajar dan metode perlu yang bervariasi dan instrument penilaian.

 

  1. Observasi Kelas

 

Setelah melakukan pra observasi sebelumnya maka, dilanjutkan dengan melaksanakan observasi kelas pada guru mata pelajaran Matematika di kelas VII, guru mata pelajaran Qur’an Hadits di kelas VII dan guru mata pelajaran IPA di kelas IX, untuk mengetahui kompetensi guru tersebut dalam meyajikan pembelajaran. Matematika dan Qur’an Hadits dikelas VII dan IPA dikelas IX. Pelaksanaan observasi kelas dilakukan terhadap guru mata pelajaran. Dari hasil Instrumen dapat dideskripsikan sebagai berikut:

 

  1. Ibu Baiq Erni Murdiati,S.Pd, guru yang mengajar Matematika denganmateri Operasi Himpunan di kelas VII, dalam pengamatan proses pembelajaran sudah baik(nilai 84 ),  pada bagian Pendahuluan guru membuka pelajaran dengan baik dan sudah memberitahukan kompetensi Dasar atau Tujuan pembelajaran yang akan dicapai,   Kegiatan Inti guru tampak menguasai materi dan dalam menjelaskan kepada siswa dengan bahasa yang baik sehingga siswa antusias dalam mengikuti pembelajaran, kegiatan dilakukan dengan situasi yang ramah, tenang dan nyaman sehingga pengelolaan kelas terlihat hidup. Metode yang digunakan tidak terencana   seperti tanya jawab, diskusi dan ada beberapa siswa yang mau maju untuk menjelasakan cara melakukan kegiatan di pagi hari. Pada kegiatan pembelajaran nampak ada proses eksplorasi, elaborasi dan komfirmasi dimana guru juga menyampaikan penilaian ketercapaian tujuan pembelajaran. Penutup  Pada akhir pembelajaran guru memberikan bimbingan dan arahan untuk membuat rangkuman hasil pembelajaran dan memberikan tugas untuk pertemuan berikutnya dan penutupan kegiatan pembelajaran tepat waktu sebagaimana tertulis di dalam rencana pembelajaran.
Baca juga :  Usai Zikiran Pagi, Siswa Tsabiwa Berayan Nyampah

Berdasarkan data pengisian instrumen observasi kelas maka dapat diketahui tingkat pencapaian kompetensi guru  tersebut adalah 84 dengan klasifikasi nilai baik .

 

  1. Bapak Saleh,S.Pd.I guru yang mengajar Qur’an Hadits dengan materi Surat Asyyam di kelas VII, dalam pengamatan proses pembelajaran sudah Baik( nilai 81 ), pada bagian Pendahuluan guru membuka pelajaran dengan kurang baik dan tidak memberitahukan kompetensi Dasar atau Tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Pada  Kegiatan Inti guru tampak kurang menguasai materi dan dalam menjelaskan kepada siswa dengan bahasa yang kurang baik sehingga siswa kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran, kegiatan dilakukan dengan situasi yang ramah, tenang dan nyaman sehingga pengelolaan kelas tidak terlalu berperan. Metode yang digunakan tidak terencana   seperti tanya jawab, diskusi dan ada beberapa siswa yang mau maju untuk menjelasakan tentang materi pelajaran.

Pada kegiatan pembelajaran nampak ada proses eksplorasi, elaborasi dan komfirmasi dimana guru juga menyampaikan penilaian ketercapaian tujuan pembelajaran.

Sedangkan pada Penutup pada akhir pembelajaran guru memberikan bimbingan dan arahan untuk membuat rangkuman hasil pembelajaran tetapi tidak memberikan tugas untuk pertemuan berikutnya dan penutupan kegiatan pembelajaran tidak tepat waktu sebagaimana tertulis di dalam rencana pembelajaran.

Berdasarkan data pengisian instrumen observasi kelas maka dapat diketahui tingkat pencapaian kompetensi guru  tersebut adalah 81  dengan klasifikasi nilai Baik.

 

  1. Bapak Suhirsan Amrullah,S.Pd. guru yang mengajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas IX, dalam pengamatan proses pembelajaran sudah Baik( nilai 87), pada bagian Pendahuluan guru membuka pelajaran dengan baik dan sudah memberitahukan kompetensi Dasar atau Tujuan pembelajaran yang akan dicapai,   Kegiatan Inti guru tampak menguasai materi dan dalam menjelaskan kepada siswa dengan bahasa yang baik sehingga siswa antusias dalam mengikuti pembelajaran, kegiatan dilakukan dengan situasi yang ramah, tenang dan nyaman sehingga pengelolaan kelas terlihat hidup. Metode yang digunakan tidak terencana   seperti tanya jawab, diskusi dan ada beberapa siswa yang mau maju untuk menjelasakan cara melakukan kegiatan di pagi hari. Pada kegiatan pembelajaran nampak ada proses eksplorasi, elaborasi dan komfirmasi dimana guru juga menyampaikan penilaian ketercapaian tujuan pembelajaran. Penutup  Pada akhir pembelajaran guru memberikan bimbingan dan arahan untuk membuat rangkuman hasil pembelajaran dan memberikan tugas untuk pertemuan berikutnya dan penutupan kegiatan pembelajaran tepat waktu sebagaimana tertulis di dalam rencana pembelajaran.

Berdasarkan data pengisian instrumen observasi kelas maka dapat diketahui tingkat pencapaian kompetensi guru  tersebut adalah 87% dengan klasifikasi nilai baik.

 

  1.            Analisis Hasil Supervisi Akademik

Berdasarkan pelaksanaan supervisi akademik dapat disajikan dalam bentuk tabel di bawah ini.

No Nama

NILAI

Catatan hasil temuan
Perangkat pembelajaran Proses pembelajaran Penilaian

Pembelajaran

Skor rata-rata
1 Baiq Erni Murdiati,S.Pd 87,5 85 84 85
2 Muh. Saleh, S.Pd.I 85 80 81 82
3 Suhirsan Amrullah,S.Pd 86 90 87 87

Berdasarkan hasil supervisi tiga orang guru di MTs Birrul Walidain NW Rensing

 

No KOMPONEN  ANALISIS KELEBIHAN KELEMAHAN ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH
1 Perangkat pembelajaran Memperoleh nilai 86 atau mendapat nilai baik, . Buku Harian Kelas tidak ada semua

RPP masih banyak yang kurang sesuai dengan format yang ada

Pembuatan Buku Harian dibuat oleh semua guru.

Guru harus memperbanyak bahan pelajaran untuk mendapatkan materi yang lebih banyak

2 Proses Pembelajaran Memperoleh nilai 86 atau mendapat nilai baik untuk semua item sudah dilaksanakan Pada kegiatan Inti guru kurang memanfaatkan media pembelajaran dan kurang maksimal menggunakan alat peraga Bimbingan oleh Kepala Madrasah agar memanfaatkan alat peraga yang sudah ada.

KKG,MGMP membahas teknis penggunaan alat peraga

3 Penilaian Pembelajaran Memperoleh nilai 84 atau mendapat nilai baik untuk semua item sudah  dilaksanakan Pembinaan cara penyusunan soal dan pengolahan nilai

 

 

Dari hasil observasi dan kunjungan kelas serta wawancara maka dapat digambarkan bahwa perangkat pembelajaran ada 3 orang guru atau  nilai rata-rata 86  mendapat hasil baik

Dan  dari hasil pengamatan proses pembelajaran ada 3 orang guru atau nilai rata-rata 86 mendapat hasil baik

Dan  dari hasil pengamatan penilaian pembelajaran ada 3 orang guru atau nilai rata-rata 84  mendapat hasil baik

 

Analisis Komponen pembelajaran

 

  1. Perangkat pembelajaran 3 orang guru mendapat nilai baik hal ini dibuktikan dengan guru yang disupervisi sudah membuat perangkat pembelajaran walaupun belum sempurna misalnya 3 guru tersebut belum membuat Buku jurnal Kelas. Permasalahan adalah RPP yang dibuat guru belum semua baik atau sesuai standar sesuai SK Dirjen Pendis 5164 Tahun 2018 sebagai solusi semua guru membuat Buku Jurnal Kelas dan Guru harus memperbanyak bahan pelajaran untuk mendapatkan materi yang lebih banyak.
  2. Proses  pembelajaran ketiga guru yang disupervisi mendapat nilai baik hal ini dibuktikan dengan semua guru sudah melaksanakan proses pembelajaran walaupun belum sempurna namun kelas sudah relative aktif. Permasalahan adalah guru belum menguasai teknik dan model pembelajaran dengan pendekatan Saintifik (5 M) sebagai solusi semua guru diberikan pengarahan secara kelompok atau bersama agar menerapkan pendekatan sintfik (5) dan Guru harus memperbanyak bahan pelajaran untuk mendapatkan materi yang lebih banyak serta ditindaklanjuti pada pertemuan MGMP, KKG atau mengikuti workshop-workshop.
  3. Pada komponen penilaian  pembelajaran ketiga orang guru yang disupervisi mendapat nilai baik, hal ini dibuktikan dengan semua guru sudah melaksanakan penilaian proses pembelajaran walaupun belum sempurna namun sudah sudah terlaksana meskipun hanya berupa pertanyaan-pertanyaan lisan tanpa adanya instrument yang disiapkan. Permasalahan adalah belum semua guru menguasai teknik penilaian pembelajaran sebagai solusi semua guru diberikan pengarahan secara kelompok atau bersama agar menerapkan teknik penilaian serta ditindaklanjuti pada pertemuan,MGMP, KKG tentang Pembinaan cara penyusunan soal dan pengolahan nilai.

 

  1. Hasil Supervisi Akademik

 

Meningkatnya kualitas proses pembelajaran yang mencakup; perangkat pembelajaran proses pembelajaran dan penilaian di Madrasah, guru mampu menyusun RPP berstandar dengan sesuai SK Dirjen Pendis 5164 Tahun 2018, dan mampu melaksanakan pembelajaran dengan aktif dan menyenangkan menggunakan beragam metode pembelajaran. Yang belum meningkat; menyusun pengembangan rencana pembelajaran dan  belum maksimalnya penggunaan fasilitas yang menunjang untuk pelaksanaan kegiatan pembelajaran seperti menggunakan media proyektor LCD sebagai sarana penunjang pelaksanaan kegiatan atau kontekstual learning.

 

  1. Rencana Kegiatan Tindak Lanjut

 

Dari hasil supervisi maka dibuatkan laporan dan ditindak lanjuti. Pada laporannya diberitahukan identitas guru dengan nilai yang didapat dengan menggunakan instrument pelaporan. Demikian pula dari hasil tersebut maka ditindaklanjutinya dengan berbagai cara seperti berikut ini, pertama jika nilai guru sudah baik atau baik sekali maka akan diminta untuk mengembangkannya pada masa tahun pelajaran berikutnya, sedangkan apabila nilai guru masih kurang atau hanya cukup maka akan diikutsertakan dalam pendidikan dan pelatihan yang dapat meningkatkan kompetensinya sebagai guru di madrasah. Pendidikan dan pelatihan yang dimaksud dapat dilaksanakan ditingkat satuan Pendidikan KKG, MGMP Workshop, Bamlat atau diskusi dengan guru ahli atau senior Selain itu, pembinaan untuk meningkatkan kompetensi guru dapat dilakukan melalui kegiatan In House Training (IHT),workshop, bimbingan teknis, atau supervisi klinis

BAB IV

PENUTUP

  1. Simpulan

Supervisi Akademik memerlukan waktu dan proses yang panjang, untuk itu seorang  kepala madrasah dituntut memiliki kompetensi dalam mengelola supervisi akademik dan kegiatan pembelajaran. Untuk memenuhi kompetensi tersebut diatas, kepala madrasah perlu senantiasa meningkatkan kompetensinya, khususnya kompetensi bidang manajerial. Hal tersebut dapat dilakukan melalui diklat pengembangan diri PKB Supervisi Akademik. Dengan mengikuti langkah-langkah kegiatan yang telah disusun akan dapat membantu bagaimana menguasai Supervisi Akademik dengan baik.

Namun harus diakui bahwa dalam pelaksanaannya masih banyak kendala dan permasalahan yang dihadapi, terutama pada saat kegiatan On Job Learning (OJL) di tempat tugas, diantaranya masih  adanya guru  belum bisa memberikan kontribusi pemikiran dan ide-ide kreatif untuk melaksanakan pembelajaran baik dalam menyiapkan perangkat pembelajaran maupun proses pembelajaran di depan kelas. Masukan dan saran dari pihak komite maupun pengawas  banyak yang  diharapkan dapat membantu, selain terbatasnya pengetahuan mereka juga  masih adanya anggapan bahwa tujuan Supervisi Akademik semata-mata untuk membuat perangkat pembelajaran saja bukan untuk pengembangan profesionalisme, menumbuhkan motivasi dan pengawasan kualitas pembelajaran.

Selain itu, juga menghadapi guru yang memiliki lemah motivasi dalam mengembangkan diri, apalagi jika masih guru yang beranggapan bahwa tanpa RPP pun bisa mengajar. Merubah pola pikir (mind set) dan motivasi guru yang masih lemah seperti itu dibutuhkan ketrampilan dan kesabaran seorang kepala madrasah. Namun dengan masukan dan saran dari rekan kepala madrasah yang lain, terutama berkat bimbingan pamateri selama OJL ini dilaksanakan, permasalahan permasalahan tersebut mulai dapat teratasi dan menemukan jalan keluar sehingga kedepan guru-guru semakin bersemangat dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar dan menyiapkan administrasi pembelajaran terlebih dahulu.

 

  1. Saran- saran

Mengingat Supervisi akademik itu sangat bermanfaat sebagai upaya peningkatan pembelajaran di madrasah, maka pelaksanakan Pelatihan PKB Kepala Madrasah, khususnya materi Supervisi Akademik, pada kegiatan In-Service Learning  maupun  On Job Learning ,  hendaknya waktu yang dialokasikan perlu ditambah, agar peserta diklat memiliki waktu yang cukup untuk mempelajari dan melaksanakan semua langkah-langkah dalam upervisi Akademik ini. Selain itu juga perlunya pembinaan rutin informal oleh pengawas pembina madrasah agar semua tahapan-tahapan supervisi akademik berjalan dengan baik dan guru-guru semakin termotivasi mengembangkan diri.


KATA PENGANTAR

 Puji dan syukur kami persembahkan kehadirat Allah Yang Maha Kuasa, atas rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Program Supervisi Kepala Madrasah tahun pelajaran 2022/2023 pada MTs Birrul Walidain NW Rensing

 

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kegiatan On The Job Learning (OJL)  Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Kepala Madrasah dapat terlaksana dengan baik hingga laporan ini dapat tersusun.

 

Selama pelaksanaan kegiatan On The Job Learning (OJL)  Supervisi Akademik, penulis sebagai salah satu peserta PKB Kepala Madrasah yang bertugas pada MTs Birrul Walidain NW Rensing, telah banyak mendapatkan bimbingan, dan arahan dari berbagai pihak.

 

Harapan kami semoga Program Supervisi Akademik tahun pelajaran 2022/2023 ini bermanfaat bagi peningkatan kualitas kegiatan guru di MTs Birrul Walidain NWDI Rensing

 

Untuk itu pada kesempatan ini, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada :

  1. Bapak H. Sirojudin,MM Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Lombok Timur selaku Narasumber
  2. Bapak H. Suardi,SH.M.Pd.I Kasubag TU Kantor Kementerian Agama Kab. Lombok Timur selaku Narasumber
  3. Bapak Muhammad Syakirin,S.Ag.M.MPd selaku Narasumber /Pengawas Sekolah Kantor kementerian Agama Kab. Lombok Timur
  4. Ketua KKMTs Kec. Sakra Barat,
  5. Para guru dan Tenaga Kependidikan MTs Birrul Walidain NW Rensing serta semua pihak yang telah  memberikan bantuan moril maupun materil  selama pelaksanaan OJL ini.

 

Rensing, 11 November 2022

Kepala Madrasah

 

NURUDDIN, M.Pd  

 

 

 

                                              DAFTAR ISI

 

Halaman

 

 

HALAMAN JUDUL………………………………………………………………………………… I
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………… II
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………… III
BABI. PENDAHULUAN……………………………………………………………………….. 1
A.Latar Belakang…………………………………………………………………………………… 1
B.Landasan Hukum………………………………………………………………………………… 1
C.Tujuan Supervisi Akademik…………………………………………………………………. 2
BAB II .PEMBAHASAN…………………………………………………………… 4
A.Kerangka berpikir………………………………………………………………………… 4
B.Pengertian Supervisi Akademik…………………………………………………………… 4
C.Pemecahan Masalah…………………………………………………………

D.Pendekatan dan Teknis Supervisi………………………………………………………….

4

5

E.Sasaran dan ruang lingkup…………………………………………………………………… 6
   
BAB. III. RENCANA DAN PELAKSANAAN SUPERVISI..…………………. 7

 

A.Rencana Pelaksanaan…….…………………………………………………………….

B.Pelaksanaan observasi…..………………………………………………………………….

C.Analisa Hasil Supervisi Akademik///…………………………………………………..

D.Hasil Supervisi Akademik……………………………………………………………..

E. Rencana Kegiatan Tindak Lanjut………………………………………….

BAB IV. PENUTUP…………………………………………………………………….

A.Simpulan……………………………………………………………………………………..

B. Saran-saran…………………………………………………………………

7

8

8

13

13

14

14

14

 

LAMPIRAN:…………………………………………………………………………………………… 15
1.     LK.01.A: Instrumen Identifikasi Perencanaan Supervisi Akademik…………….. 15
2.     LK.01.B: Rumusan Tujuan dan Kriteria Output Supervisi Akademik…… 16
3.     L K.01.C: Instrumen Jadwal Supervisi Akademik…………………….. 17
4.     LK 1.2 A :Instrumen Supervisi Adminitrasi Perangkat Pembelajaran…….. 18
5.     LK 1.2 B : Instrumen Perancanaan Pembelajaran ( Paket )……………… 19
6.     LK 1.2 D : Instrumen Pelaksanaan Pembelajaran ( Paket )……………………

7.     LK 1.2 F : Instrumen Supervisi Penilaian Pemberlajara………………………….

8.     LK 1.2 G : Instrumen Monitoring Supervisi Akademik…………………..

9.     LK 1.2 H: Instrumen Tanggapan Guru  terhadap supervisi/Refleksi…….

10.  LK 1.3 A : Instrumen Analisis Hasil Supervisi Akademik……………….

11.  LK 1.3 B: Instrumen Rencana TindakLanjut Supervisi Akademik………

12.  Lampiran-lampiran perangkat pembelajaran……………………………..

2021

22

23

24

25

26

Humas

Tinggalkan Balasan

Next Post

Mahasiswa Magang 1 IAI Hamzanwadi Di MTs dan MA Birrul Walidain Resmi Ditarik

Ming Nov 20 , 2022
Tsabiwanews_Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor melaksanakan penarikan mahasiswa-mahasiswi magang I di Pondok Pesantren Birrul Walidain NWDI Rensing Kec. Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur secara simbolis pada hari Sabtu, 19 November 2022. Penarikan secara simbolis ini, dilaksanakan oleh Dosen Pembimbing Lapangan Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor , Masjuddin,M.Pd yang secara langsung […]
Mts Birrul Walidain NW Rensing