Bakti Guru, Osis Tsabiwa Peringati Hari Guru 2021

 Tsabiwanews._Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) MTs Birrul Walidain NW Rensing (Tsabiwa) Kec. Sakra Barat menggelar acara peringatan Hari Guru Nasional 2021 pada hari Kamis, 25 November 2021. Acara yang berlangsung di aula Tsabiwa tersebut sangat meriah dan berkesan dihadiri oleh Kepala Madrasah, dewan guru dan siswa.
Pengurus OSIS Tsabiwa Syarifa Hamidah Meisnaini mengatakan bahwa acara peringatan hari guru tahun 2021 ini sebagai wujud bakti dan syukur para murid-murid kepada bapak dan ibu guru atas dedikasinya dalam mengajar dan mendidik di madrasah tsanawiyah birrul walidain khususnya” kata Hamidah.
Siswi kelas 9 asal Pelebe Desa Ketapang Raya ini juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua dewan guru Tsabiwa yang telah ikhlas mengajar dan mendidik dirinya dan teman-temannya. “Tentu dihari bahagia ini kami mengucapkan selamat hari guru, setiap keberhasilan yang kami dapati adalah buah tetesan keringat bapak-ibu guru dalam memberikan dan mengajarkan ilmu terbaiknya kepada kami selaku murid-muridnya” ungkap Hamidah.
Dalam sambutannya Kepala Madrasah Tsabiwa Nuruddin,M. Pd mengapresiasi acara peringatan hari guru yang digagas pengurus OSIS Tsabiwa periode 2021/2022 yang menjadi pengingat dan motivasi bagi guru untuk senantiasa mengajarkan ilmu dengan ikhlas dan senang hati “ini adalah wujud cinta dan takzim siswa-siswi Tsabiwa untuk guru-gurunya” ungkap Nuruddin.
Selain itu kepala madrasah juga mengingatkan dan menekankan kepada siswa-sisiwi untuk selalu mengutamakan adab diatas ilmu agar memperoleh ilmu dan berkah.
 Sebagaimana yang disebutkan oleh Al Imam An-Nawawi bahwa seyogyanya bagi seorang pelajar harus tawadhu (rendah hati) kepada gurunya dan menjaga tata krama ketika bersamanya, meskipun gurunya itu lebih muda, tidak begitu terkenal, nasabnya lebih rendah dan (mungkin) kesalehannya kalah dengan muridnya. Dengan tawadhu (rendah hati), niscaya ilmu akan ia dapatkan.
Nurudddin juga menyinggung masalah bahaya bagi murid yang tidak hormat pada gurunya, Syidi Syeikh Muhammad bin Ali Ba’atiyah mengatakan bahwa Diamnya seorang guru saat muridnya tidak sopan pada gurunya, tetap akan mendapatkan Adzab dari Allah dan Barang siapa yang memangil gurunya dengan sebutan namanya langsung (tidak mengagungkannya ketika memanggil) maka dia tak akan meninggal, kecuali sudah merasakan hidup yang faqir baik dalam ilmu maupun materi.
Begitu juga dengan apa yang dikatakan Imam An-Nawawi bahwa Dosa durhaka kepada kedua orang tua bisa dihapus dengan bertaubat, sedangkan dosa durhaka kepada guru sedikitpun tidak akan bisa dihapus.
Hal ini juga diungkapkan Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad bahwa yang paling berbahaya bagi seorang murid adalah berubahnya hati guru kepada muridnya (dari yang semula ridho menjadi murka). Andai saja semua guru dari timur dan barat berkumpul untuk memperbaiki keadaan si murid itu, maka mereka tidak akan mampu kecuali gurunya itu telah ridho kepadanya.
Nasihat untuk tidak melukai atau durhaka kepada guru ini juga disampaikan oleh Pahlawan Nasional asal NTB Almagfurulahu Maulanasyeikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid dalam bait syair lagu karyanya yang berjudul “Memilih Guru” yakni pada bait lagu terahir dituliskan “Dose bande menyangkut bareng inak amaq, Bau tehapus si istigfar banyak-banyak (dosa menyangkut ibu bapak bisa dihapus dengan membaca istighfar banyak-banyak) sedangkan ” Dose lek guru ndek na bau ta kerisa’, Daka’ na ta tebus sedunie emas perak” (dosa menyangkut guru tidak bisa diperbaiki dan ditebus dengan sedunia emas perak)
Selain itu Nuruddin juga mengingatkan kepada murid-muridnya sebuah pesan dari Sayyid Muhammad bin ‘Alawi al-Maliki yang mengungkapkan “Aku murka terhadap penuntut (ilmu) yang tidak menghormati ustaznya, meskipun ustaz itu adalah temannya sendiri”.
Ini semua menunjukkan keutamaan seorang guru dan kewajiban murid berbakti dan berlaku sopan kepadanya serta tidak melukai perasan guru (durhaka).
Diakhir sambutannya Sekreataris Umum Yayasan Pondok Pesantren Birrul Walidian NWDI Rensing ini juga menjelaskan 3 cara penuntut ilmu berkhidmat (mengabdi) kepada gurunya agar memperoleh ilmu barokah (bertambahnya kebaikan dan terus menerus berbuat kebaikan) yakni dengan berkhidmat dengan fisik atau tenaga, berkhidmat dengan harta dan berkhidmat dengan doa.
Di akhir acara Kepala Madrasah memotong kue Hari Guru dan pengurus OSIS Tsabiwa memotong kue yang disiapkan oleh siswa-siswi kelas 7,8 dan kelas 9 untuk dibagikan kepada guru-gurunya sebagai simbol apresiasi dan ngarep berkah. Tak tanggung-tanggung ada 8 kue tar hari guru disiapkan oleh siswa semua kelas.
Humas Tsabiwa

Humas

Tinggalkan Balasan

Next Post

Daftar Update Services Url Ping WordPress paling lengkap

Sel Nov 30 , 2021
Daftar Update Services Url Ping WordPress paling lengkap Url Ping adalah tempat untuk mengirimkan ping ke berbagai mesin pencari (search engine) seperti google, Jadi setiap anda membuat postingan terbaru, secara otomatis akan di ping Oleh update service wordpress tersebut. http://rpc.pingomatic.com http://rpc.twingly.com http://api.feedster.com/ping http://api.moreover.com/RPC2 http://api.moreover.com/ping http://www.blogdigger.com/RPC2 http://www.blogshares.com/rpc.php http://www.blogsnow.com/ping http://www.blogstreet.com/xrbin/xmlrpc.cgi http://bulkfeeds.net/rpc http://www.newsisfree.com/xmlrpctest.php […]
Mts Birrul Walidain NW Rensing