Kepala Madrasah dan ASN KKM MTs-MA YPH PPD NW Pancor Ikuti Pembinaan dan Sosialisasi Perubahan K-13

Bagikan Yuuk

Tsabiwanews. Kepala Madrasah dan guru menjadi ujung tombak dalam mewujudkan madrasah hebat dan bermartabat, pengetahuan kepala madrasah dan guru terkait tugas dan fungsinya harus di update setiap saat agar kemajuan di lembaganya bisa di raih. Untuk hal itu Kelompok Kerja Madrasah (KKM) tingkat Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain (YPH PPD) NW Pancor melakukan Pembinaan dan Sosialisasi Perubahan Kurikulum 2013 yang berlangsung pada hari Rabu, 11 September 2019.

Ketua KKM MTs Muallimin H.Hamdan,M.Pd ,menyerahkan kenangan foto pahlawan nasional maulanasyeikh kepada kepala Kemenag Lotim

Acara yang berlangsung di aula MA Muallimat NW Pancor tersebut dihadiri langsung oleh  Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur, Drs. H. Azharuddin, M.Sy, didampingi Ketua Pokjawas Kementerian Agama Lombok Timur Drs. H. Hasanuddin, M.Pd, Sekretaris Pokjawas Drs. Muhammad Nahdi,M.Pd, Koordinator Pengawas MTs/MA Drs. H. Hasanussulhi,M.Pd, Ketua KKM MTs Mulllimin NW Pancor H. Hamdan,M.Pd, Ketua KKM Mualllimin NW Pancor H. Munawar,M.Pd, Puluhan Kepala Madrasah, termasuk Kepala MTs Birrul Walidain NW Rensing Nuruddin,M.Pd dan ASN anggota masing-masing KKM.

Baca juga :  Perbaikan EMIS RA,MI,MTs dan MA dan Pontren Lombok Timur 2013

 Dalam sambutan dan arahannya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur, Drs. H. Azharuddin, M.Sy menjelaskan beberapa program utama kementerian agama yakni pertama Moderasi Kehidupan Beragama. Moderasi beragama dijadikan framing, seiring dengan perkembangan tehnologi informasi yang sangat pesat untuk menghadapi umat milenial yang serba digital, selain itu moderasi beragama juga untuk memelihara toleransi dan  umat dengan adanya moderasi beragama ini akan menumbuhkan sikap toleransi dan tenggang rasa untuk kesediaan menghormati perbedaan dan keyakinan orang lain yang wajib dijaga bersama sehingga konflik internal atau ekternal dalam beragama bisa di minimalisir bahkan dihindarkan. Program kedua adalah Integrasi Data. Khusus dalam pengelolaan madrasah saat ini dalam semua lini sudah berbasis data. Dengan kemajuan teknologi informasi harus dimanfaatkan aparatur Kemenag, pengelola madrasah, guru untuk terus berbenah dengan memberikan pelayanan serta pendidikan yang lebih cepat,akurat, up to date dan memuaskan.

Baca juga :  Kampanyekan Sarapan Sebelum Jam 9,Tsabiwa Luncurkan Program "Berayan Nyampah Gema Saselan"

 Lebih lanjut Kepela Kementerian Agama yang merupakan salah satu alumni di Pondok Pesantren Darunnadhatain NW Pancor ini menjelaskan perihal langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh segenap civitas madrasah untuk menjadi madrasah hebat dan bermartabat. Setidaknya diperlukan dua hal “the best” kata Kepala Kemenag yang pertama adalah The Best Performance yakni memiliki kinerja atau penampilan terbaik. Madrasah perlu menunjukkan diri dengan mengembangkan open management (menejemen terbuka) sehingga semua pengelolaan madrasah diketahui secara luas oleh madrasah baik menyangkut program unggulan madrasah, prestasi ataupun keterbukaan anggaran. Selain itu untuk meraih the best performance setiap madrasah perlu menata pisik madrasahnya seperti menata kebersihan lingkungan madrasahnya, menata gedungnya, menata isi ruang kelasnya, menata halamannya agar terlihat rapi, nyaman, menyenangkan dan kondusif lebih-lebih madrasah saat ini di tuntut untuk bersaing dengan lembaga pendidikan lainnya sehingga diperlukan langkah kongrit untuk menarik minat masyarakat menyekolahkan anak-anaknya di madrasah.

Baca juga :  Guru dan Siswa MTs BW NW Rensing Ikuti Apel Upacara HUT RI Ke 70 Tingkat Kec. Sakra Barat

 

The Best Kedua kata Kepala Kemenag adalah The Best Attitude atau Memiliki Sikap Terbaik atau yang biasa dikenal dengan akhlaqul karimah (ahlak baik). Madrasah dalam hal ini kepala madarsah dan guru perlu melakukan pembiasaan-pembiasaan yang dapat menumbuhkan dan menguatkan karakter siswanya  seperti kepala madrasah bersalam-salaman atau mengucapkan salam dengan guru, pegawai maupun siswa saat bertemu, guru dengan guru, siswa dengan siswa, siswa dan guru, berdoa saat memulai atau mengakhiri pelajaran, membaca alqur’an, sholat duha, sikap saling menolong, peduli dan kegiatan yang mencerminkan sikap religius.

 

 Usai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur memberikan sambutan, Sekretaris Pokjawas Drs. Muhammad Nahdi,M.Pd memaparkan kepada kepala-kepala madarsah dan ASN anggota KKM YPH PPD NW Pancor tentang perubahan-perubahan (revisi) yang terjadi pada kurikulum 2013 yang berlaku di jenjang MI,MTs dan MA.

Humas Tsabiwa


Bagikan Yuuk

Humas

Tinggalkan Balasan

Next Post

Tsabiwa Gelar Zikir Doa Untuk Almarhum Presiden Ketiga Bj Habibie

Jum Sep 13 , 2019
Bagikan YuukTsabiwanews. Wafatnya Presiden Ketiga Republik Indonesia Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie,FREng pada hari Rabu,11 September 2019 pukul 18.05 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta dalam usia 83 tahun, membuat rakyat Indonesia berduka dan merasa kehilangan, salah satu diantaranya adalah keluarga besar Madrasah […]
Mts Birrul Walidain NW Rensing